Categories: Daerah

Info Loker Berujung Penganiayaan

Jepara – jurnalsatu.id

Mencari kerja zaman sekarang lebih mudah dikarenakan kehadiran internet yang mudah diakses sehingga informasi lowongan kerja menjadi jauh lebih cepat dan sangat efektif. Banyaknya situs hingga aplikasi lowongan kerja online makin membuat kegiatan mencari lowongan kerja menjadi jauh lebih mudah lagi tanpa harus berkeliling datang ke Perusahaan

Advertisements

Dengan kemudahan yang didapat, kita juga harus lebih berhati hati karena rentan juga dengan terjadinya penipuan. Lowongan kerja palsu banyak juga ditemukan di banyak situs dan aplikasi lowongan kerja online dan media sosial. Biasanya pekerjaan yang ditawarkan sangat menggiurkan terutama hasil/gaji yang akan didapat.

Sudah banyak terjadi mereka tertipu dengan pekerjaan palsu dengan iming iming gaji besar atau penempatan kerja sesuai dengan keinginan. Pelajar/mahasiswa yang mencari lowongan part time pun harus berhati hati jangan sampai terjerumus lowongan kerja fiktif. Seperti yang baru saja terjadi pada awal Juli 2024, seorang siswi SMP asal kediri (MLU) yang tertipu adanya lowongan kerja. Namun yang didapat bukan pekerjaan justru mendapat kekerasan/penganiayaan.

Awal mula kejadian siswi tersebut dengan inisial MLU mendapat informasi loker(lowongan kerja)di salon kecantikan dari temannya. Kemudian MLU menghubungi kontak pemberi loker melalui aplikasi WhatsApp. Kemudian sang pemberi loker menyampaikan bahwa MLU akan dijemput seseorang. Lalu pada minggu, 7 juli 2024 malam MLU dijemput seorng Pria didekat rumah MLU di Kediri. Namun bukannya mendapat pekerjaan malah MLU di bawa ke rumah pria tersebut di Desa Panggang Jepara tanpa konfirmasi. Karena takut (jauh dari rumah dan tidak ijin orangtua ) MLU menangis dan minta pulang namun pria tersebut malah melakukan kekerasan fisik sehingga bibir MLU jontor. Saat sang pria tertidur, MLU kabur dari rumah meminta pertolongan pada ojeg online yang ada diwarung dekat rumah tersebut.

Yanti salah satu nara sumber yang mendampingi MLU menceritakan kronologi kejadian. ” Pada senin sore, 8/7/2024 saya ditelp teman diminta datang ke warungnya karena ada anak dibawah umur kena aniaya. Kemudian setelah sampai diwarung saya dapat informasi kalau MLU dibawa kabur pria dari rumahnya dikediri dibawa ke Jepara. Kondisi MLU saat itu dalam kondisi bingung dan takut serta bibirnya jontor. Karena sulitny komunikasi akhirnya Babinsa Panggang menghubungi Babinkamtibmas Panggang. Kemudian setelah dirembuk, saya mendampingi MLU ke Polsek Kota untuk mendapatkan penanganan dan perlindungan. Namun setelah di Polsek Kota ternyata petugas kurang bersahabat sehingga membuat Saya geram dan menghubungi teman saya di Dinas Sosial mas iman untuk minta dibantu pengarahan. Untuk berjaga jaga dan pendapatan penanganan kesehatan akhirnya malam itu juga saya mengajak MLU melakukan Visum di RSUD Kartini. Setelah Visum Saya mengajak MLU ke rumah untuk beristirahat sambil menunggu dijemput orangtuanya. Dari cerita MLU bagaimana dia bisa berada di Jepara, Saya sama mas Iman sedikit menduga indikasi MLU bisa saja dijual sehingga mengarah ke TPPO. Dan rencana memang akan dikonsultasi ke unit PPA Polres Jepara pada pagi harinya menunggu orangtuanya datang” cerita Yanti

Yanti juga menyampaikan bahwa karena kondisi yg kurang mendukung, akhirnya orangtua MLU tidak melanjutkan kejadian dan membawa pulang MLU ke Kediri. ” Orangtuanya tiba di Jepara Selasa, 9 /7/2024 dini hari dan beristirahat di rumah Saya. Setelah pagi hari Saya sama mas Iman menyampaikan yang terjadi pada MLU dan menyerahkan keputusan pada orangtua untuk lanjut dibawa ke jalur hukum atau tidak. Setelah dipertimbangkan akhirnya mereka memutuskan untuk tidak melaporkan dikarenakan kondisi jarak yg jauh dan mereka hanya buruh pabrik. Sehingga keputusan final kembali pulang ke Kediri” tambahnya.

Sebelum pulang mas Iman memberikan pengarahan kepada orang tua dan juga MLU supaya kejadian serupa tidak terulang. Kemudian sekitar pukul 10 mereka kembali pulang ke Kediri.

 

Hanie

Redaksi

Recent Posts

Hari ke-3 Operasi Zebra Candi 2025, Satpas Jepara Hadirkan “Sereh Manis” untuk Layani Pemohon SIM D Disabilitas dengan Empati dan Humanis

JEPARA – jurnalsatu.id Memasuki hari ketiga Operasi Zebra Candi 2025, Satlantas Polres Jepara terus menghadirkan…

1 minggu ago

Tebar Manfaat di HUT ke-26, Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Jepara Bantu Warga yang Membutuhkan

JEPARA - jurnalsatu.id Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 Dharma Wanita Persatuan (DWP) tahun 2025,…

1 minggu ago

Sekilas Sejarah Seni Genduk’an Desa KarangAnyar, Kecamatan Tirto Kabupaten Pekalongan

PEKALONGAN - JurnalSatu.Id, Dalam rangka menjaga dan melestarikan warisan budaya, Desa Karanganyar, Kecamatan Tirto, Kabupaten…

2 minggu ago

Banjir Air Rob Dan Musim Hujan Menghantui Warga Selat Karimata Bandengan Kota Pekalongan

PEKALONGAN - Jurnal satu.Id, 15 November 2025 – Fenomena air pasang (rob) di wilayah pantura…

2 minggu ago

Hadiri Wisuda ke-3, Bupati Pati Sudewo Dorong Universitas Safin Jadi Kampus Besar di Tingkat Jawa Tengah

PATI - Kilasfakta.com, - Bupati Pati, Sudewo, menghadiri prosesi wisuda ke - 3, Universitas Safin…

2 minggu ago

Wujudkan Kamseltibcarlantas, Polres Jepara Gelar Operasi Zebra Candi 17 – 30 Nopember 2025

Jepara - jurnalsatu.id Kepolisian Resor (Polres) Jepara, Polda Jawa Tengah, akan melaksanakan Operasi Zebra Candi 2025 yang…

2 minggu ago