JEPARA – jurnalsatu.id
Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 Dharma Wanita Persatuan (DWP) tahun 2025, DWP Kabupaten Jepara menggelar kegiatan bakti sosial sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat kurang mampu. Mengusung tema nasional “Peran Strategis Dharma Wanita Persatuan dalam Pendidikan Anak Bangsa untuk Indonesia Emas 2045” dengan tagline #DWPMengajar, kegiatan berlangsung pada Rabu (19/11/2025) dengan penuh kehangatan.
Dalam aksi sosial tersebut, DWP Jepara menyalurkan berbagai bantuan berupa sembako, kursi roda, dan mesin jahit kepada 10 warga dari tiga kecamatan. Penyaluran dilakukan bersama perangkat desa dan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK).
Rincian penerima bantuan:
1. Kecamatan Mayong
Siti Zuriyati, Desa Pelem Kerep (kursi roda)
Karsipah, Desa Pelang (bantuan logistik)
2. Kecamatan Kalinyamatan
Tugirah, Desa Damarjati (bantuan logistik)
Sukarni, Desa Damarjati (bantuan logistik)
Kusumaningrum, Desa Banyuputih (mesin jahit)
3. Kecamatan Bangsri
Rondhi, Desa Wedelan (kursi roda)
Asiyah, Desa Tengguli (kursi roda)
Sriyati, Desa Tengguli (bantuan logistik)
Tumi, Desa Wedelan (bantuan logistik)
Sukinah, Desa Wedelan (bantuan logistik)
Ketua DWP Kabupaten Jepara, Erna Ary Bachtiar, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian DWP terhadap masyarakat.
“Bakti sosial ini kami laksanakan dalam rangka menyambut HUT ke-26 DWP. Harapannya, bantuan ini bisa meringankan kebutuhan warga yang kurang beruntung,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini terselenggara berkat kerja sama DWP Kabupaten Jepara dengan Dinsospermasdes, PMI, dan Baznas Kabupaten Jepara.
Tak hanya bakti sosial, puncak peringatan HUT nanti juga akan diisi dengan seminar menghadirkan Shanaz Haq sebagai narasumber. Acara dijadwalkan pada 4 Desember 2025 di Pendopo Kartini Jepara mulai pukul 08.00 WIB dan akan disiarkan langsung melalui kanal YouTube Pemkab Jepara.
Salah satu penerima kursi roda, Siti Zuriyati, tak kuasa menahan haru saat menerima bantuan. Ia mengalami kelumpuhan setelah jatuh satu tahun lalu.
“Alhamdulillah, terima kasih atas kursi roda dan sembakonya. Semoga bapak ibu semua dilapangkan rezekinya,” ucapnya dengan mata berkaca-kaca.
Hal serupa juga dirasakan oleh Sukarni (68) dan Tugirah (75), penerima bantuan logistik yang hidup sebatang kara. Keduanya menangis haru karena selama ini mengandalkan bantuan tetangga untuk makan sehari-hari.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung lancar dan penuh kehangatan, dengan pendampingan dari TKSK serta aparat desa setempat.
(Andri)












